Bagaimana
aku bisa menerima hadiah itu? 😀
Bismillah...
aku bakal mulai berbagi cerita tentang musibah itu dan menjadi hadiah
termenakjubkan di hidupku.
Disini aku
bakal mengubah maindset kalian ya tentang penyakit kanker.
Yang kita
ketahui kanker itu seperti di sinetron bahkan film film. Yang setiap harinya
memberikan dampak menyakitkan, periksa kedokter, kemudian backsound nya jen
jeng jen jeng yang bikin tegang, terus nangis bombay, abis itu kesakitan tiap
hari, trus wajahnya di pucet pucetin trus innalillahi gitu aja. Sungguh itu
mendramatisir sekali kejadiannya.. dan itu sudah meracuni diriku untuk
membayangkan bahwa kankerku akan terjadi seperti itu.
Enggak kok..
Jadi gini..
minum kopi itu enaknya diminum pagi hari sambil liatin do’i. Nahloh hihi .
bukan bukan. Jadi tuh gini, aku ngerasain sakit ini awalnya gak ngerasain apa
apa. SAMA SEKALI. Ditubuh ku gak ada yang salah.. semua berjalan hidup
sebagaimana mestinya. Tapi memang badan ku itu BB gak stabil sama sekali. Terustama
bagian perutku udah gedhe gitu aja. Tapi aku masih positif thinking dengan
perutku itu, yang emang di barengi sama gempalnya tubuhku. Alias Gendot. Ya...
aku juga emang tipe takut di diagnosa macem macem sama medis. Dasarnya emang
suka gak ngersain apa yang dirasain. Alias gak suka sambat . ehe
Temenku mulai
ngerasa ada yang aneh juga sama perutku bagian bawah.. akhirnya mama waktu itu
juga merasa aneh dengan perutku. Dan alhasil aku langsung ke RS daerah untuk
USG .
BOOM!!! I
dont believe , really!! Ternyata ada benjolan segedhe bola takrau gitu di
ovariumku sebelah kanan. Pada saat itu yang ngantar aku adalah kakakku (erwin)
. kita berdua Cuma bengong, gak percaya sama apa yg kita liat di USG.
Akhirnya
aku ter-diagnosa Cysta Ovarium (kalo ga salah gitu ya tulisannya) . apakah itu?
itu suatu masa yang atau benjolan atau kerennya tumor di ovariumku sebelah
kanan. Mama, kakakku, papapku, sampai dokter nya sekalipun heran.. bagaimana
aku bisa membawa masa segedhe itu diperut dan gak ngerasain apa apa.
Dan ini
yang paling aku takutkan dengan diagnosa diagnosa sakit yang menimpaku, aku
jadi takut. Aku juga udah bikin sedih semua orang di sekelilingku. Terutama mama..
maklum dulu juga pernah sakit liver parah banget sampau aku keluar dari kampus
pertama aku. Dan akhirnya aku pindah kuliah di kotaku sendiri.
Perjalanan
gak berhenti di pemeriksaan USG aja. 3 bulan aku melalu proses hingga aku
diputuskan untuk Surgery, atau oprasi laparatomy. Yaitu oprasi dibagian perut,
buat ngambil kista itu.
Serem gak?
Iya.. disinilah masa masa aku sedih. Tapi tidak seperti di drama drama tv ya. Sedih
tapi aku tidak merasakan sakit apa apa, Cuma memang aku stress dan kepikiran
waktu menghadi oprasi.
Alhamdulillah
aku memiliki keluarga yang support penuh . sungguh obat dr segala obat adalah
keluarga .
Hari oprasi
itu tiba, aku oprasi kalau tidak salah pada bulan april, dan dari jam 10 pagi
sampai jam 1 siang. Aku di anastesi hanya dari pusar kebawah sampai kaki. Jadi aku
bisa melihat dokter dan perawat bedah melakukan surgery waktu itu.
alhamdulillah lancar.. dan selesai oprasi sampai pindah bad, aku sudah gak
sadar. Tidur dan ketika aku membuka mata semua keluarga dan sebagian teman ada di sana.. tapi aku sudah merasakan nyeri bagian perutku
karena ada luka oprasi waktu itu. sedih kalau di teruskan ya.. seperti membuka
luka lama. L
Ketika hal
terseram itu sudah aku lewati, semua dokter menyatakan bahwa itu kista biasa
dan tidak parah. Setelah aku oprasi semua akan menjadi baik baik saja. bahkan
dokter yang menangani aku bilang, kontrol lagi kalau sudah menikah. Akan di
program kehamilan, biar kandungan aku tetap sehat. Sungguh lega dan senang .
semua senang. Semua bersyukur sama Alloh atas segala kelancaran proses.
3 bulan
berjalan.. aku melakukan aktivitas seperti biasa. Aku merasa bahwa aku hidup
kembali dari mati suri itu. Aku sangat bersyukur dengan apa yang menimpaku .
aku jadikan itu pelajaran yang berharga buatku.
Ternyta..
perjalanan ku tidak berhenti disitu saja.
Alloh memberiku
level naik tingkat lagi dari kejadian itu. tiba tiba mama telfon ketika aku
sedang ingin melakukan praktek lab di kampus. Dengan nada lirih dan menangis..
aku seketika keluar ruangan dan hatiku bergetar mendengar mama menangis. Dan aku
di suruh segera ke rumah sakit, dan meninggalkan kampus .akhirnya aku segera ke
Rs dan bertemu mama dan juga wajah wajah dokter yang tegang dan se akan akan
melihatku dengan penuh iba.
Dengan penjelasan
dokter dan nada mereka yang pelan.. akhirnya mereka bilang bahwa aku terkenan “kanker
ovarium” .
Rasanya? Ini
aja bergetar jariku :’)
Aku lemas..
semua jadi gelap.. jantungku berdebar .. pikiranku bahkan hatiku merasa bahwa
ini tidak mungkin. Merasa tidak adil.. air mata mama semakin membuatku hancur .
air mata mengalir tak terbendung. Berat buat aku. I feel.. i cant handle this
GOD..
Bahkan tubuhku
tidak merasakan apapun, aku mersa bahwa aku sehat. Sampai aku bercermin “ada
apa dengan aku? Kenapa semua menimpaku?”
Dengan penjelasan
ini semoga bermanfaat ya..
Jadi, aku
memiliki riwayat konsumtif terhadapa makanan yang berpengawet. Aku memilki
kegemaran makan makanan pinggir jalan dibanding makan nasi dan lauknya. Aku gemar
sekali makan makanan instan. Dan itu gak Cuma setahun dua tahun, sejak akukecil
aku sudah gemar menjadikan mie instan sebagai makanan pokok. Dan dulu jaman SMP
aku gemar minum jamu jamu gitu untuk masa haid ku. Kemudian .. aku juga tipe
yang takut periksa kedokter, aku takut sakit. Jadi kalo aku merasa sakit aku
mengatasi dengan cara cara ku sendiri sampai sakit itu hilang dan ternyata
malah aku menabung persoalan baru untuk tubuhku. Dari faktor makanan dan juga
kebiasaan aku tidak memeriksa sakitku itulah pemicunya.. tapi tidak semua akan
mengalami ini.
Dari waktu
ke waktu... masa masa aku bersedih, tidak menyangka, bahkan memberontak sudah
aku lewati sampai akhirnya aku masuk pada tahap menerima.
Menerima bahwa
ini ada rencana Alloh yang terbaik untukku. Kok terbaik? Iya. Alloh tidak akan
memberikan kita cobaan tanpa alasan. Dan aku merasa ini cara Alloh buat
menegurku, atas segala perilakuku yang duniawi dan jauh dari –NYA. Aku sebelum
sakit ini, aku memang jauh dari Alloh. Bahkan aku merelakan tubuhku sakit, dan
tidak memeriksanya karena aku harus memenuhi kegiatan di kampus. Semua serba
aku lakukan secara perfectionis demi manusia semata, tidak bersyukur dengan apa
yang Alloh kasih sama aku. Selalu mengeluh dengan suatu hal yang tidak sesuai
target, yang manusia buat. Haus akan cinta manusia.. ini adalah cambuk untukku.
Dan segala kesalahan aku, Alloh masih memberiku kasih sayang yang luar biasa. Sakit
ini adalah cara Alloh sayang denganku karena masih menegurku , dan memberiku
kesempatan memperbaiki . dan tidak di cabut nyawaku dengan keadaan setumpuk
dosa, bahkan bergelimbang dosa.
Dengan segala
hikmah dibalik kejadian ini, akupun melewati pengobatan yang tidak segampang di
tv tv. Perang batin setiap hari untuk ttp semangat . tidak jarang juga aku
merasa ingin pasrah saja. kenapa? Karena efk kemoterapi yang luar biasa tubuhku
memeranginya.
Oh iya..
aku juga akan berbagi tentang perjalanan aku selama kemoterapi.
Banyak masyarakat
berspekulasi, bahwa kemo akan memperparah bahkan sampai meninggal dunia. Kemo itu
suatu hal yang menyeramkan.
Jujur ya..
spekulasi itu ada benarnya ada tidak tepatnya. Awal aku kemo, aku sangat lancar
menjalaninya. Memang sih awal masuk obat aku sesak, itupun karena aku menolak
obat itu masuk di tubuhku, dan pengaruh psikologis terhadap obat kemo masuk
pada tubuh kita itu sangat berpengaruh lho. Setelah aku pasrah dan selalu
berdoa sama Alloh obat itu masuk tanpa hambatan.. tidak merasakan apa apa. Sungguh
. setelah aku selesai kemo.. 3 hari setelahnya efek baru terasa.. seperti mual
muntah, dan tulang tulang rasanya sakit semua. Dan apa yang aku rasakan? Aku ngerasain
bahwa tubuhku perang dengan obat itu. banyak yang bilang akan memperburuk tubuh
dan bahkan meninggal.
Namun hal
itu terjadi kenapa.. ketika efek mual itu terus terjadi memang harusdipaksa makan,
apapun yang keluar juga harus ada yang dimasukkan. Yang membuat tubuh tidak
berdaya karena kemo, itu karena KU atau kondisi tubuh tidak berusaha memerangi
juga, dengan apa? Yaitu makan.. dan makan. Susah? Banget!! Setiap kali makan
pasti keluar alias muntah. Tapi doktersudah memberi obat anti emetik . yaitu
anti mual muntah, yang bisa membantu kita tdk mengeluarkan banyak muntahan. Ketika
makan makanan itu masuk pada tubuhku, aku pun mulai ada tenaga, dan selama 6
harian aku sudah pulih seperti biasa.
Jadi aku
menyimpulan bahwa kemoterapi itu bisa membuat kita sampai hampir mati rasanya,
karena kondisi nutrisi kita yag tidak memenuhi kebutuhan tubuh.
Disini aku
berbagi bagaimana aku bisa survive ditahap awal kemo.. mungkin kelak pembaca
teman atau keluarganya ada yang mengalami, jadi kalian bisa memberi edukasi
ini. inshaaAlloh menolong..
Dan alhamdulillah
aku masih diberi umur untuk melewati perjalnan kemoterapi, aku masih survive
from this cancer. Aku sangat tidak menyesali apa yang menimpaku.. ini adalah
alarm aku untuk ttp selalu bersyukur atas segala nikmat Alloh . jadikalo aku
merasa berbuat dosa aku punya alarm hidup yaitu penyakitku ini. Setidaknya bisa
sebagai pengingat untukkku sendiri ketika tidak ada yang mengingatkan. Maka dari
itu ini adalah hadiah buat aku. Banyak sekali dampak baik untukku..
Kadang aku
jugamerasa kehilangan harapan ketika aku merasa kesakitan, tapi wajah mama
papaku adalah penguat untukku agar selalu kuat menjalani ikhtiar ini. Dan tanpa
campur tangan Alloh aku tidak bisa berbuat apa apa.
Harapanku..
aku hanya ingin mama papa dan kakakku tetap sehat, aku saja yang sakit jangan
mereka. Jika mereka sakit siapa yang akan merawatku ? :”) biarkan sakit di keluarga aku yang
menangungnya, jangan mereka.
ini gambar , diambil pas didalam kereta. aku gak kuat duduk. dan kakakku memijat kakiku. me so lucky to have you kak.. :")
ini gelang akuuu.. keren ya ada namanya aku lengkap. hihi. ini ma first day opname, pertama kemo juga 😁
Jika aku
masih diberi kekuatan dan karunia napas atau diberikan umur .. aku ingin
mnuntaskan apa yang belum aku selesaikan. Yaitu kuliahku. Jika ternyta Alloh
memberi jalan lain, biarkan aku berusaha membahagian orang tua semampuku sampai
akhir khayatku.
Jika ternyata
Alloh memanggilku lebih cepat, aku berharap semua aku tinggal dalam keadaan
baik. Mama sehat, papa sehat, dan kakakku mendapatkan kerja dan berkeluarga
bahagia.
Semoga pembaca
bisa mengambil hikmah dari cerita ini. Jngan sekali kali marah sama Alloh atas
segala yang menimpamu ya.. Alloh sudah memberikan yang Terbaik untuk umatnya.
Dan untuk
diriku sendiri.. aku ingin tetap kuat.